Masyarakat
merupakan kumpulan dari individu-individu baik dalam kelompok kecil maupun
besar yang memiliki pengaruh satu sama lain sehingga memiliki kebiasaan
tradisi, sikap kebatinan dan persatuan dalam kesatuan sosial. Untuk mengatasi
masalah disintegrasi antara masyarakat kota dan desa sebaiknya pemda melakukan
peningkatan kualitas hidup di desa dengan mengambil tenaga ahli dari kota
sehingga diadakan penyuluhan untuk berbagai macam aspek kehidupan seperti
pindidikan, kesehatan, pangan, keamanan dan lapangan pekerjaan modern tanpa
meninggalakan sifat-sifat kedaerahan atau menghilangkan warisan budaya.
Sedangkan untuk masyarakat kota agar lebih mencontoh keuletan dan kerajinan
masyarakat desa dalam bergotong-royong untuk melakukan sesuatu atau lebih mengadopsi
falsafah hidup masyarakat desa. Dalam masyarakat modern, sering dibedakan
antara masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan. Perbedaan tersebut
sebenarnya tidak mempunyai hubungan dengan pengertian masyarakat sederhana,
karena dalam masyarakat modern, betapa pun kecilnya suatu desa, pasti ada
pengaruh-pengaruh dari kota. Perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat
perkotaan, pada hakekatnya bersifat gradual. Kita dapat membedakan antara masyarakat
desa dan masyarakat kota yang masing-masing punya karakteristik tersendiri.
Masing-masing punya sistem yang mandiri, dengan fungsi-fungsi sosial, struktur
serta proses-proses sosial yang sangat berbeda, bahkan kadang-kadang dikatakan
“berlawanan” pula. Perbedaan ciri antara kedua sistem tersebut dapat diungkapkan
secara singkat sebagai berikut:
Masyarakat Pedesaan
Masyarakat
Pedesaan masih menjunjung tinggi nilai-nilai yang lebih ke adat-istiadat
sehingga cenderung hidup masih membutuhkan sesama yang biasa terlihat
bergotong-royong untuk menghasilkan sesuatu dan menimbulkan ikatan batin bahwa
satu sama lain merupakan saudara sehingga jika salah satu keluarga ada yang
merasa kesulitan maka masyarakat di lingkungan sekitar siap membantu tanpa
pamrih.
- Perilaku Homogen
- Perilaku yang dilandasi oleh konsep kekeluargaan dan kebersamaan
- Perilaku yang berorientasi pada tradisi dan status
- Isolasi sosial, sehingga statik
- Kesatuan dan Keutuhan kultural
- Banyak ritual dan nilai-nilai sakral
- Kolektivisme
Masyarakat Kota
Masyarakat
Perkotaan lebih maju diikuti dengan lebih banyaknya jenis pekerjaan, dan
pembagian kerja lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata dengan
karakteristik lebih individual, lebih keduniawian dan jalan pikir yang lebih
rasional dan moderen tentunya.
- Perilaku Heterogen
- Perilaku yang dilandasi oleh konsep pengandalan diri dan kelembagaan
- Perilaku yang berorientasi pada rasionalitas dan fungsi
- Mobilitassosial, sehingga dinamik
- Kebauran dan diversifikasi kultural
- Birokrasi fungsional dan nilai-nilai sekular
- Individualisme
Golongan
orang-orang tua pada masyarakat pedesaan umumnya memegang peranan penting.
Orang akan selalu meminta nasihat kepada mereka apabila ada kesulitan-kesulitan
yang dihadapi. Nimpoeno (1992) menyatakan bahwa di daerah pedesaan
kekuasaan-kekuasaan pada umumnya terpusat pada individu seorang kiyai, ajengan,
sesepuh, lurah dan sebagainya.