Wednesday, March 28, 2012

MANUSIA SEBAGAI MAHLUK INDIVIDU DAN SOSIAL


A. HAIKAT MANUSIA SEBAGAI MAHLUK INDIVIDU DAN SOSIAL
Manusia sebagai mahluk individu
          Manusia sebagai mahluk individu berarti sesuatu yang diciptakan oleh Tuhan yang disebut mahluk dan pribadi yang hidupnya berdiri sendiri memiliki akal, budi dan mampu menguasai mahluk lain. manusia merupakan mahluk monodualis, selain sebagai mahluk individu, manusia berperan juga sebagai mahluk sosial. Sebagai mahluk individu, manusia merupakan mahluk ciptaan Tuhan yang terdiri atas unsur jasmani dan rohani yang tidak dapat dipisah-pisahkan. Jiwa dan raga inilah yang membentuk individu. Manusia juga diberi kemampuan akal, pikiran, dan perasaan sehingga sanggup berdiri sendiri dan bertanggung jawab atas dirinya. Sadar atau tidak, setiap manusia akan berusaha mengembangkan kemampuan pribadinya agar memenuhi hakikatnya dalam memenuhi berbagai kebutuhan hidup. Manusia adalah ciptaan Tuhan dengan derajat paling tinggi di antara ciptaan-ciptaan yang lain. Setiap manusia memiliki kepribadian yang berbeda. Setiap orang dilahirkan ke dunia ini dengan sifat yang berbeda dengan manusia lain. Setiap pribadi memiliki perbedaan sehingga selalu dapat dibedakan dengan yang lain. Manusia dikaruniai hak dasar yang melekat dalam dirinya, yaitu hak asasi manusia. Hak asasi merupakan hak mutlak sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa pada setiap individu tanpa memandang perbedaan yang ada. Manusia secara individu adalah bebas. Ia bebas memutuskan sendiri tindakannya dan pilihan yang ia ambil.

Manusia sebagai mahluk sosial

            Plato mengatakan, mahluk hidup yang disebut manusia merupakan mahluk sosial dan mahluk yang senang bergaul/berkawan. Status mahluk sosial selalu melekat pada diri manusia. Manusia tidak bisa bertahan hidup hanya dengan mengandalkan dirinya sendiri saja. Ciri utama mahluk sosial adalah hidup berbudaya, yaitu hidup menggunakan akal budi dalam suatu sistem nilai yang berlaku dalam kurun waktu tertentu. Sedangkan Aristoteles mengatakan, manusia adalah mahluk yang pada dasarnya selalu ingin bergaul dan berkumpul dengan sesama manusia lainnya. Sejak lahir dalam diri manusia sudah memiliki hasrat/bakat/naluri yang kuat untuk berhubungan atau hidup di tengah-tengah manusia lainnya. Naluri itu disebut gregoriousness.




B. PERANAN MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN SOSIAL
          Manusia berperan sebagai mahluk individu dan sosial yang dapat dibedakan melalui hak dan kewajibannya. Namun keduanya tidak dapat dipisahkan karena manusia merupakan bagian dari masyarakat. Hubungan manusia sebagai individu dengan masyarakatnya terjalin dalam keselarasan, keserasian, dan keseimbangan. Masyarakat merupakan wadah bagi para individu untuk mengadakan interaksi sosial dan interelasi sosial. Interaksi merupakan aktivitas timbal balik antarindividu dalam suatu pergaulan hidup bersama. Beberapa faktor yang mempengaruhi manusia hidup bermasyarakat:
  1. Faktor alamiah atau kodrat Tuhan
  2. Faktor saling memenuhi kebutuhan
  3. Faktor saling ketergantungan

C. DINAMIKA INTERKSI SOSIAL
          Interaksi sosial merupakan faktor utama dalam kehidupan sosial, yang merupajan hubungan sosial yang dinamis, menyangkut hubungan timbal balik antar individu, kelompok manusia, maupun orang dengan kelompok manusia. Interaksi sosial bisa dalam situasi persahabatan maupun permusuhan, dan hanya dapat berlangsung antara pihak-pihak apabila terjadi dari kedua belah pihak. Dinamika interaksi sosial yang terjadi dalam kehidupan sosial beragam. Dilihat jenisnya ada interaksi antar individu, interaksi individu dengan kelompok dan juga antar kelompok. Faktor penyebabnya, ada yang disebabkan oleh faktor imitasi, sugesti, identifikasi, simpati, motivasi, dan empati. Sifat interaksinya ada yang asosiatif dan disasosiatif.

D. DILEMA ANTARA KEPENTINGAN INDIVIDU DAN KEPENTINGAN MASYARAKAT
            Dilema ini sering dihadapi setiap orang, sebab mana yang harus diutamakan, kepentingan individu atau kepentingan masyarakat? Dapat dilihat dari beberapa pandangan:
  • Pandangan Individualisme

            Pada hakikatnya adalah makhluk hidup yang bebas. Paham ini memandang manusia sebagai makhliuk pribadi yang untuh dan lengkap terlepas dari manusia lain. Manusia sebagai individu bebas karena ia memiliki hak-hak yang tidak dihalangi siapapun. Apabila hak-hak itu terpenuhi maka kehidupan manusia terjamin dan bahagia. Masyarakat adalah kumpulan individu-individu, apabila individu-individu tersebut hidupnya terjamin dan bahagia maka masyarakatpun akan sejahtera. Pandangan ini berpendapat bahwa kepentingan individu lah yang harus diutamakan sebab kesejahteraan individu merupakan nilai kebaikan yang tinggi dan harus diperjuangkan melalui persamaan dan kebebasan.
  • Pandangan Sosialisme

            Pandangan ini menyatakan bahwa kepentingan masyarakatlah yang diutamakan, karna masyarakat bukanlah sekedar kumpulan individu. Masyarakat merupakan entitas yang besar dan berdiri sendiri diamana individu-individu berada. Kedudukan individu hanyalah objek dari masyarakat dan menurut pandangan ini hak-hak individu adalah hak dasar yang hilang. Hak-hak individu timbul karena keanggotaannya dalam suatu komunitas atau kelompok. Pandangan ini bertolak belakang dengan pandangan individualisme yang mengutamakan kepentingan individu ketimbang masyarakat.

Dilihat dari kedua pandangan diatas, terdapat kelemahan masing-masing. Kebebasan perseorangan yang merupakan inti dari individualisme dalam pelaksanaannya justru mengingkari ajarannya sendiri, yaitu persamaan. Sosialisme dalam bentuk yang ekstrim, tidak menghargai manusia sebagai pribadi sehingga bisa merendahkan sisi dari kemanusiaan, dalam negara komunis mungkin terjadi kemajuan masyarakat tetapi kepuasan rohani manusia belum tentu terjamin. Negara komunis mudah menjadi negara otoriter yang memasung hak-hak dasar manusia maupun warga negara. Negara indonesia yang berfilsafahkan pancasila, hakikat manusia dipandang memiliki sifat pribadi sekaligus sosial secara seimbang. Menurut filsafat pancasila, manusia adalah makhluk individu sekaligus makhluk sosial, yang secara hakikat bahwa kedudukan manusia sebagai makhluk individu sekaligus makhluk sosial. Bangsa indonesia memiliki prinsip penempatan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi dan golongan. Demi kepentingan bersama tidak dengan mengorbankan hak-hak dasar setiap warga negara.





Monday, March 12, 2012

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

        Manusia dan kebudayaan sangat erat terkait satu sama lain. Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun menurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari-hari dan juga dari kejadian-kejadian yang sudah diatur oleh Sang Pencipta.

A. Manusia
        Manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait satu sama lain dan merupakan kumpulan dari energi, manusia merupakan makhluk biologisyang tergolong dalam golongan makhluk mamalia. Dalam ilmu-ilmu sosial manusia merupakan makhluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan, sering disebut homo economicus, manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri, makhluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan dan lain sebagainya.
        Dua pandangan yang kita jadikan acuan untuk menjelaskan unsur-unsur yang membangun manusia:
1.  Manusia terdiri dari empat unsur terkait, yaitu: Jasad, Hayat, Ruh, dan Nafas
2.  Manusia sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsur, yaitu :  
  • Id, merupakan libido murni,atau energi psikis yang menunjukkan ciri alami yang irrasional dan terkait dengan sex, yang secara instingtual menentukan proses-proses ketidaksadaran. Id diatur oleh prinsip kesenangan, mencari kepuasan instingsual libidinal yang harus dipenuhi secara langsung atau tidak langsung.   
  • Ego, merupakan bagian atau struktur kepribadian yang seringkali disebut sebagai kepribadian “eksekutif” karena peranannya dalam menghubungkan energi Id ke dalam saluran sosial yang dapat dimengerti oleh orang lain.
  • Superego, merupakan kesatuan standar-standar moral yang diterima oleh ego dari sejumlah agen yang mempunyai otoritas di dalam lingkungan luar diri, biasanya merupakan asimilasi dari pandangan-pandangan orang tua.
B. Kebudayaan
        Kebudayaan berasal dari kata budaya yang berarti hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Definisi Kebudyaan itu sendiri adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Namun kebudayaan juga dapat kita nikmati dengan panca indera kita. Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Beberapa definisi kebudayaan yang dikemukakan oleh beberapa ahli:
  • Melville J. Herskovits dan Bronislow Malinowski berpendapat bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism. 
  • Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. 
  • Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian, nilai, norma, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat. 
  • Edward B. Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. 
  • Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
      Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan yaitu sistem pengetahuan yang meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

Unsur-unsur Kebudayaan
Ada tujuh unsur kebudayaan yang dapat ditemukan pada semua bangsa di dunia yang kemudian disebut unsur-unsur kebudayaan universal, antaralain : 
  1. Bahasa 
  2. Sistem Pengetahuan 
  3. Organisasi Sosial 
  4. Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi 
  5. Sistem Mata Pencaharian 
  6. Sistem Religi 
  7. Kesenian
C. Kaitan Manusia dan Kebudayaan
      Secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah manusia sebagai perilaku kebudayaan. Dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia. Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya adalah bahwa walaupun keduanya berbeda tapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan. Dan setelah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuai dengannya. Tampak bahwa keduanya akhirnya merupakan satu kesatuan.
Contoh:
  1. Kebudayaan-kebudayaan khusus atas dasar faktor kedaerahan. Contohnya Adat-istiadat melamar di Lampung dan Minangkabau. Di Minangkabau biasanya pihak permpuan yang melamar sedangkan di Lampung, pihak laki-laki yang melamar. 
  2. Cara hidup di kota dan di desa yang berbeda. Contohnya Perbedaan anak yang dibesarkan di kota dengan seorang anak yang dibesarkan di desa. Anak kota bersikap lebih terbuka dan berani untuk menonjolkan diri di antara teman-temannya sedangkan seorang anak desa lebih mempunyai sikap percaya pada diri sendiri dan sikap menilai. 
  3. Kebudayaan-kebudayaan khusus kelas sosial dimasyarakat dapat dijumpai lapisan sosial yang kita kenal, ada lapisan sosial tinggi, rendah dan menengah. Misalnya cara berpakaian, etiket, pergaulan, bahasa sehari-hari dan cara mengisi waktu senggang. Masing-masing kelas mempunyai kebudayaan yang tidak sama. 
  4. Kebudayaan khusus atas dasar agama. Adanya berbagai masalah di dalam satu agama pun melahirkan kepribadian yang berbeda-beda di kalangan umatnya. 
  5. Kebudayaan berdasarkan profesi. Misalnya kepribadian seorang dokter berbeda dengan kepribadian seorang pengacara dan itu semua berpengaruh pada suasana kekeluargaan dan cara mereka bergaul.